Jumat, 11 Januari 2013

SEJARAH DAYAK BANJAR


"Orang Banjar Meratus" merupakan alternatif nama yang penulis wacanakan untuk menyebut orang Bukit atau yang sekarang populer disebut etnis Dayak Meratus.Alternatif nama tersebut bisa saja dipakai karena nama sebuah etnis bisa saja berubah dan diterima dengan baik oleh etnis yang bersangkutan. Seperti nama Dayak Meratus yang populer dalam beberapa tahun terakhir adalah sebutan lain dari etnis Bukit, terutama sejak meletusnya konflik antaretnis di Kalimantan Tengah, dimana etnis Bukit menunjukkan rasa solidaritasnya kepada etnis Dayak dengan memposisikan dirinya sebagai bagian dari Dayak dengan nama Dayak Meratus.
Penamaan "Banjar Meratus" sebagai alternatif nama lain dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa orang Bukit yang tinggal di pegunungan Meratus sebenarnya "lebih Banjar" dibanding Dayak? Hal itu dapat dilihat dari beberapa relasi antara keduanya (Bukit-Banjar).
Pertama, dalam hal asal muasal orang Banjar.Berbagai penelitian para pakar seperti Noerid Haloei Radam dalam disertasinya "Religi Urang Bukit", menunjukkan bahwa orang Dayak Meratus memiliki "hubungan genealogis" terutama dengan orang Banjar Hulu. Menurut Noerid Haloei Radam, sejumlah kelompok seperti Bukit, Ngaju atau Ma'anyan dari kalangan masyarakat petani yang sebelumnya mendiami kawasan hilir DAS (Daerah Aliran Sungai) Barito dan atau DAS Martapura telah melakukan kontak yang intensif dan aktif dengan dunia luar.
Merekalah pembawa perubahan dalam arti yang sebenarnya. Ketiga kelompok etnis tersebut (Bukit, Ngaju, dan Ma'anyan) merupakan orang Banjar Asli yang dinamakan dengan Banjar Arkais dengan segala aktivitas perkembangan berikutnya. Diantara ketiga kelompok itu, orang Banjar Arkais dari unsur Bukitlah yang lebih mendekati sebagai nenek moyang orang Banjar Hulu atau nenek moyang Dayak yang bermukim di pegunungan Meratus.
Masyarakat Banjar Arkais tersebut mampu beradaptasi dengan segala perubahan dari dunia luar, termasuk mengadopsi, mengolah dan mengembangkan informasi seperti bahasa yang kemudian memunculkan Bahasa Banjar Arkais yang kosa katanya lebih banyak berasal dari Bahasa Melayu Kuno. Bahasa Banjar Arkais itu berkembang selanjutnya menjadi Bahasa Banjar Modern akibat sentuhan yang intensif oleh Kebudayaan Melayu Islam melalui tulisan-tulisan Arab-Melayu.
Sejalan dengan apa yang dikemukakan oleh Noerid Haloei Radam, menurut Alfani Daud (1997) orang Banjar modern itu terbentuk dari adanya pertemuan dan percampuran antar kelompok Ngaju, Ma'anyan, dan Bukit yang menghasilkan tiga kelompok subetnis, yaitu Banjar Kuala, Banjar Batang Banyu, dan Banjar Pahuluan. Ketiga subetnis inilah yang sekarang disebut Etnis Banjar.
Kedua, relasi genealogis. Dalam foklore berupa mitos yang berkembang di kalangan etnis Dayak Meratus di daerah pegunungan Meratus Kabupaten Tapin disebutkan bahwa antara orang Meratus dan orang Banjar Hulu khususnya berasal dari satu rumpun induk yang sama yakni keturunan dua kakak beradik (bahasa Banjar: dua badangsanak) Intingan (Palui Anum ) dan Dayuhan (Palui Tuha). Keduanya berasal dari desa Banua Halat. Versi dari Dayak Meratus di Loksado mereka bernama Bambang Basiwara dan Si Ayuh (Sandayuhan).
Menurut cerita orang-orang tua Banua Halat Kabupaten Tapin, dinamakan Banua Halat karena di masa awal perkembangan Islam di Kalimantan Selatan khususnya di daerah merupakan kampung yang membatasi tempat tinggal masyarakat yang memeluk agama Islam dengan masyarakat yang tetap bertahan dengan kepercayaan lamanya.
Ketika Islam masuk ke Banua Halat, Intingan tertarik dan menyatakan meninggalkan kepercayaan lamanya dengan memeluk agama Islam. Sedangkan saudaranya Dayuhan beserta keluarga dan pengikutnya yang tetap berkeinginan mempertahankan kepercayaan dan adat istiadat nenek moyangnya, berpindah ke daerah terpencil di pegunungan Meratus. Keturunan Dayuhan membangun desa-desa di Mancabung, Harakit, Balayawan, dan Danau Darah di pegunungan sekitar Tapin.
Desa Banua Halat menjadi daerah perbatasan antara kedua bersaudara tersebut, namun demikian Dayuhan dan keturunannya tetap menganggap Intingan dan anak cucunya sebagai saudaranya dengan panggilan "Dangsanak" yang artinya "Saudara Kandung".
Ketiga, kesamaan bahasa. Sebagaimana telah dikemukakan di muka, bahwa bersandar pada mitos, mantra suci, dan berbagai bentuk peralatan upacara menunjukkan bahwa orang Dayak Meratus yang sekarang bermukim di pegunungan Meratus, nenek moyang mereka dahulu berasal dari tepian sungai dan pesisir pantai.
Kesimpulan itu juga didukung oleh alat pelacak utama perkembangan suatu kaum yakni fakta-fakta kebahasaan. Bahasa Banjar memiliki dua dialek bahasa yaitu Bahasa Banjar Kuala dan Bahasa Banjar Hulu.
Menurut Noerid Haloei Radam (1987) bahasa orang Dayak Meratus dan bahasa Banjar (Hulu) merupakan dua bahasa yang berasal dari satu rumpun yang sama yakni Bahasa Banjar Arkais.Atau dalam istilah lain bahasa yang digunakan orang Dayak Meratus dan orang Banjar Hulu hanyalah dua intonasi (aksen) dari satu bahasa yakni Bahasa Banjar Hulu.
Pernyataan Radam itu sesuai dengan pendapat para ahli lainnya seperti Hammer (dalam Cense dan Uhlenback, 1958), Aspandi Adul (1975), dan Abdurrahman Ismail dkk., (1979), dan Alfani Daud (1997) yang pada intinya menyatakan hal sama. Kesimpulan para ahli itu tentu saja telah melemahkan pendapat Tjilik riwut dalam bukunya "Kalimantan Membangun" yang memasukkan kelompok orang Bukit di pegunungan Meratus ke dalam kelompok Dayak Ngaju, dengan menyebut mereka sebagai "Dayak Bukit". Padahal bahasa orang Bukit sangat berbeda jauh dengan bahasa orang Ngaju.
Hasil penelitian kebahasaan dewasa ini juga menjelaskan bahwa Bahasa Banjar Arkais adalah bahasa yang tertua di samping Bahasa Melayu Sambas, Melayu Brunei dan Bahasa Iban (Radam, 1996). Meski disadari pula bahwa Bahasa Banjar juga serumpun dengan bahasa Melayu dan keduanya termasuk ke dalam rumpun kebahasaan yang besar yakni Bahasa Austronesia.
Di segi kebahasaan terdapat fakta-fakta berupa istilah-istilah/nama peralatan upacara etnis Dayak Meratus yang mengacu pada kehidupan di muara sungai atau di daerah pesisir pantai, seperti: perahu malayang (perahu terapung-apung), tihang layar (tiang layar), dan balai bajalan (balai berpindah-pindah). Orang Dayak Meratus juga mempergunakan istilah yang berkonotasi dengan sungai dan laut untuk menyebut huma sebagai pulau (laut tempat berlayar, dan laut tempat memohon. Mereka menyebut kegiatan menanam padi sebagai kegiatan mengantarkan padi tulak balayar (pergi berlayar), dan kegiatan balian batandik (balian menari ) dalam upacara ma'anyanggar Banua (upacara melindungi kampung dari marabahaya) disebut balian bakalaut (balian pergi ke laut).
Keempat, sistem Keyakinan. Alasan kultural yang menunjukkan bahwa orang Dayak Meratus bukanlah "orang gunung" sebagaimana yang banyak disangkakan orang selama ini adalah sistem keyakinan. Dalam hal ini, Noerid Haloei Radam mencatat bahwa di kalangan orang Dayak Meratus Bukit dikenal adanya tiga kelompok roh pemelihara kawasan pemukiman dan tempat tinggal, yaitu siasia Banua, bubuhan Aing, dan Kariau yang umumnya terkait dengan daerah perairan pantai yang sekarang dihuni oleh orang Banjar Hulu dan Banjar Kuala.
Hasil penelitian Noerid Haloei Radam menunjukkan bahwa sampai sekarang belum ditemukan folklore orang Dayak Meratus berupa mite, legenda, dan dongeng yang di dalamnya berisi petunjuk bahwa nenek moyang orang Dayak Meratus berasal dari daerah pegunungan tertentu.Justru sebaliknya, banyak sekali ditemukan folklore orang Meratus yang menurut hasil penelitian / analisis Radam justru berisi petunjuk bahwa nenek moyang mereka berasal dari suatu dataran rendah di suatu muara sungai yang terletak di tepi laut.
Para tetuha orang Dayak Meratus memang mengatakan bahwa nenek moyang mereka sebelumnya tinggal di kampung-kampung yang sekarang ini telah dihuni oleh orang Banjar.Kepindahan nenek moyang mereka ke gunung-gunung dilakukan dengan memudiki sungai-sungai guna menghindari dari konflik sosial, politik, ekonomi, dan agama dengan orang Banjar yang lebih unggul posisi tawarnya.
Kolektif bahwa orang Dayak Meratus pada mulanya tinggal di dataran rendah juga didukung oleh Alfani Daud (1997) yang menyatakan bahwa orang Dayak Meratus yang ada sekarang kemungkinan adalah sisa-sisa dari imigran Melayu gelombang pertama (proto melayu) yang terdesak ke pegunungan Meratus oleh kedatangan kelompok imigran yang datang belakangan (deutro melayu). Oleh karena mereka dahulunya migran Indonesia yang datang lebih awal, maka bahasa mereka adalah bahasa Banjar kuno.
Selain itu, dalam hal sistem penguburan, apa yang dilakukan orang Dayak Meratus tidak berbeda dengan orang Banjar umumnya yang beragama Islam, yakni dikubur langsung ke dalam tanah.Yang membedakan keduanya, hanya doa-doa yang digunakan sesuai dengan keyakinan masing-masing.
Sistem penguburan yang dilakukan Dayak Meratus justru sangat berbeda dengan sistem penguburan sekunder yang ada pada etnis Dayak pada umumnya, karena etnis Dayak Meratus, tidak mengenal "penguburan kedua" yakni upacara pengiriman roh dan wadah kubur seperti yang terdapat upacara tiwah, sandong, dan marabia.
Jika sekarang ini, orang Dayak Meratus lebih memposisikan diri mereka sebagai bagian dari "Dayak", maka dengan mengacu kepada "hubungan kekerabatan" yang dimiliki keduanya, posisi itu dapat digeser dengan menjadikan mereka sebagai bagian dari "Banjar" yang memiliki kekhasan tersendiri, seperti religi , adat istiadat, dan bertempat tinggal dipegunungan Meratus. Posisi "Banjar Meratus" di sini merupakan sebuah subetnis dari etnis Banjar, di samping subetnis Banjar Kuala, subetnis Banjar Hulu (Pahuluan), dan subetnis Banjar Batang Banyu. Sebagai subetnis dari etnis Banjar, maka mereka dapat dipanggil dengan sebutan "orang atau bubuhan Banjar Meratus", seperti halnya panggilan orang atau bubuhan Banjar Hulu, bubuhan Banjar Kuala, dan bubuhan Banjar Batang Banyu.

Senin, 04 Juli 2011

Fakta Mencengangkan dari Bajaj

posted by Fauzi Sandayuhan Al_banjari Juli 5 2011


  1. Bajaj sangat bising dan asapnya seperti kebakaran, berdiri dibelakang bajaj bisa merupakan salah satu musibah.
  2. Bajaj suka menikung sembarangan, dan gawatnya secara tiba-tiba, konon tikungan mautnya hanya diketahui oleh Tuhan dan sang supirnya sendiri.
  3. Jangan pernah menawar harga bajaj lebih rendah dari tawaran pertama si abang, apalagi kalau harus sampai Tarik urat karena Cuma beda 1000perak, sekali lagi jangan. Pecinta fast to furious mungkin akan senang melihatnya, tapi sebagai penumpang, nyawa sebagai taruhannya, si abang akan ngebut sekencang bajaj dekilnya bisa dipacu dan selipan juga tikungannya lebh dahsyat daripada biasanya. Si abang tidak akan segan-segan berputar 180 derajat demi memuaskan hasratnya karena gagal dalam tawar menawar.
  4. Percayalah, 90 dari 100 orang yang naik bajaj terjadi karena keadaan terpaksa.
  5. Tarif bajaj kadang-kadang sangat tidak masuk akal, beda-beda tipis dengan argo taksi.
  6. Terlalu sering merasakan getaran didalam bajaj bisa menyebabkan iritasi permanen pada bagian selangkangan dan gerak tubuh tidak lagi seimbang, selain itu mendengar bunyi angin ribut knalpotnya selama 10 menit sama efeknya dengan 100 menit ketika anda dugem.
  7. Percaya tidak percaya, tikungan dan rem bajaj bisa kita lakukan dengan satu sentuhan (dinamakan teknologi one touch), caranya, tepak pundak si abang.
  8. Bajaj ada beberapa tipe, tipe bajaj paling bengal dinamakan ‘Bajaj Sporty’, perbedaannya bisa dilihat dari pantat bajaj yang lebih menukik daripada bajaj orisinil. Tipe bajaj seperti ini yang harus di hindari para biker jika dalam keadaan hujan atau becek.
  9. Bajaj tidak peduli jalanan macet karenanya dan juga keadaan penumpangnya, yang penting selagi bajajnya mampu masuk dalam celah sempit bahkan sedikit miring asalkan bisa dilewati ia akan terus mencobanya, hal ini yang paling sangat mengesalkan para biker dan pengendara lainnya, karena seringkali bajaj menutupi jalan yang seharusnya bisa dilewati para biker.
  10. Bajaj menaruh dendam kepada kancil, seperti bus kota benci kepada busway.
  11. ahaha… kayaknya ni mah semua dah pada tau ya??? :D :D :D
    gapapa.. just posting..!! ;) 

Rabu, 09 Maret 2011

Ya sudah lAaah sabar'Uey Hati


Cinta tidak pernah meminta, ia sentiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan; manakala kebencian membawa kepada kemusnahan.~ 
Tuhan memberi kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah namanya Cinta.
Ada 2 titis air mata mengalir di sebuah sungai. Satu titis air mata tu menyapa air mata yg satu lagi,” Saya air mata seorang gadis yang mencintai seorang lelaki tetapi telah kehilangannya. Siapa kamu pula?”. Jawab titis air mata kedua tu,” Saya air mata seorang lelaki yang menyesal membiarkan seorang gadis yang mencintai saya berlalu begitu sahaja.”
Cinta sejati adalah ketika dia mencintai orang lain, dan kamu masih mampu tersenyum, sambil berkata: aku turut bahagia untukmu.
Jika kita mencintai seseorang, kita akan sentiasa mendoakannya walaupun dia tidak berada disisi kita.
Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.
Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari telinga. Jadi jika kamu mahu berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga. Tapi apabila kamu Coba menutup matamu dari orang yang kamu cintai, cinta itu berubah menjadi titisan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu yang cukup lama.
Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.
Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal dunia , lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya . Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi ada hayatnya.
Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas kurniaan itu.
Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat -Hamka
Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat.
Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya.
Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu. Hanya untuk menemukan bahawa pada akhirnya menjadi tidak bererti dan kamu harus membiarkannya pergi.
Kamu tahu bahwa kamu sangat merindukan seseorang, ketika kamu memikirkannya hatimu hancur berkeping.
Dan hanya dengan mendengar kata “Hai” darinya, dapat menyatukan kembali kepingan hati tersebut.
Tuhan ciptakan 100 bahagian kasih sayang. 99 disimpan disisinya dan hanya 1 bahagian diturunkan ke dunia. Dengan kasih sayang yang satu bahagian itulah, makhluk saling berkasih sayang sehingga kuda mengangkat kakinya kerana takut anaknya terpijak.
Kadangkala kamu tidak menghargai orang yang mencintai kamu sepenuh hati, sehinggalah kamu kehilangannya. Pada saat itu, tiada guna sesalan karena perginya tanpa berpatah lagi.
Jangan mencintai seseorang seperti bunga, kerana bunga mati kala musim berganti. Cintailah mereka seperti sungai, kerana sungai mengalir selamanya.
Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dasyatnya cinta !
Permulaan cinta adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu temukan di dalam dirinya.
Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setitis embun yang turun dari langit,bersih dan suci. Cuma tanahnyalah yang berlain-lainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus,tumbuhlah oleh kerana embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur,di sana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji.~ Hamka
Kata-kata cinta yang lahir hanya sekadar di bibir dan bukannya di hati mampu melumatkan seluruh jiwa raga, manakala kata-kata cinta yang lahir dari hati yang ikhlas mampu untuk mengubati segala luka di hati orang yang mendengarnya.
Kamu tidak pernah tahu bila kamu akan jatuh cinta. namun apabila sampai saatnya itu, raihlah dengan kedua tanganmu,dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta rasa tanda tanya dihatinya
Cinta bukanlah kata murah dan lumrah dituturkan dari mulut ke mulut tetapi cinta adalah anugerah Tuhan yang indah dan suci jika manusia dapat menilai kesuciannya.
Bukan laut namanya jika airnya tidak berombak. Bukan cinta namanya jika perasaan tidak pernah terluka. Bukan kekasih namanya jika hatinya tidak pernah merindu dan cemburu.
Bercinta memang mudah. Untuk dicintai juga memang mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai itulah yang sukar diperoleh.
Satu-satunya cara agar kita memperolehi kasih sayang, ialah jangan menuntut agar kita dicintai, tetapi mulailah memberi kasih sayang kepada orang lain tanpa mengharapkan balasan. 

Selasa, 08 Maret 2011

The Kanssas (kami ank Nakal Suatu Saat Akn Sadar)

Ini ada lah Ank" The kanssas  ...
di Naungi Oleh Sandy,Fauzi,Bontek(paisal),Tarmizi,Indra(Jamban)
...Mereka Berjanji Untuk suatu saat nanti akn sadar dan menjadi Ank yQ baik dan berguna ..wkwkwk
kami sekolah d SMKN 1 TAP_SEL..
..SMKN 1 TAP_SEL ini adalah Sekolah yQ bisa d Bilang banayak Peraturan ...
...tp Asik bisa Tiap Hari Masuk Ruang BP/BK..wkwkwkwkwk
..Kami Ank'' Kls 1 X TKJ A yQ paling DAPA LALU ....
..sapoan_gaul@ymail.com